Kisah Pengorbanan Ibu yang Rela Mati Demi Anaknya

Posted on 08 Agustus 2018 ( 0 comments )



Mungkin kita pernah mendengar kisah seorang ibu yang miskin mampu merawat anaknya hingga ia menjadi orang ‘besar’. Tapi kita lebih sering mendengar kisah orang kaya yang sengaja menitipkan Ibunya yang tua di panti jompo. Terlalu sibukkah mereka mengurus pekerjaan kantornya? Terlalu sibukkah mereka memanjakan seorang wanita muda yang jauh lebih menarik yakni istrinya? Ataukah mereka malu mengakui, terlahir dari rahim seorang wanita yang miskin? 

Semoga membuat kita semakin menyadari betapa luar biasa kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya agar suatu saat nanti, bila kita menjadi orang hebat, menjadi orang yang canggih ataupun terkenal takkan pernah melupakan jasa dan kebaikan mereka dalam hidup kita.

 

 

Pelukan Ibu yang Melindungi Anaknya saat Terjadi Bencana Gempa  

Aku mendengar suara anak kecil disini, cepatlah kalian kemari, teriak salah satu Tim Evakuasi Gempa di Jepang. Dan ketika mereka membongkar reruntuhan rumah yang menimpa anak kecil tersebut. Mereka terperanjat kaget melihat sesosok wanita sedang memeluk dirinya, sudah dingin dan terbujur kaku. Wanita itu tak lain adalah ibunya yang memeluk anaknya untuk melindungi dirinya dari reruntuhan bangunan yang terjatuh. 

Nyawa anaknya memang berhasil diselamatkan, namun tidak dengan sang Ibu. Ketika Tim penyelamat membuka selimut anak tersebut, mereka menemukan sebuah ponsel dan membuka sebuah pesan singkat dari sang Ibu di detik-detik terakhir ajal kematiannya.

Nak jika kamu mampu bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa Ibu sangat menyayangimu’. Seketika mereka yang membacanya tak sanggup lagi untuk menahan air mata.

Dahsyatnya bencana gempa sanggup untuk membinasakan apa saja yang ia kehendaki tapi ia tak mampu untuk mengalahkan kasih sayang seorang ibu. Seperti kisah heroik ibu di Jepang, di cina sendiri ada kisah wanita yang rela mati demi menyelamatkan anaknya. 

Dia bernama Zho Hanjun, seorang ibu berusia 37 tahun. Jasadnya ditemukan sedang memeluk erat putranya, melindungi dirinya dari reruntuhan atap rumah. Anaknya pingsan dan berhasil diselamatkan, namun tubuh sang Ibunda sudah terbujur kaku.

 

 

 

Kisah Pengorbanan Ibu Penderita Kanker yang Rela Mati Demi Melahirkan Anaknya

Anak adalah kado terindah yang diberikan Tuhan kepada Ayah dan Ibu. Ini adalah hal paling membahagiakan, melebihi segala apapun keinginan orang tua yang ada di seluruh dunia, sekalipun itu adalah harta ataupun jabatan. Sahabat kejadiananeh.com, pernahkah kamu mendengar kisah Stacie Crimm dan Qiu Yuanyuan, seorang ibu penderita kanker yang rela mati demi melahirkan anaknya.

Dikisahkan Stacie, seorang wanita 41 tahun sepanjang usia perkawinannya telah lama tidak dikaruniai seorang anak. Berbagai cara pengobatan ia lakukan agar bisa mempunyai anak namun tetap saja tak berhasil. Anehnya, disaat usianya yang sudah tua justru ia berhasil hamil. 

Dan baru saja ia merasakan kebahagiaan, karena anak yang telah lama didambakannya akan terlahir ke dunia, ia divonis menderita penyakit kanker leher dan kepala. Dokter pun mengatakan jalan satu-satunya agar Stacie selamat ia harus rela melakukan Kemoterapi dan itu berarti nyawa bayinya akan dipertaruhkan. 

Sebuah keputusan terbaik diambil oleh Stacie, ia menolak menjalankan Kemoterapi dan lebih dari 5 bulan Stacie bertahan hidup melawan kanker sampai Dokter memutuskan untuk segera mengoperasi caesar janin di kandungannya, karena tubuh Stacie semakin melemah. Bayinya pun terlahir dengan selamat meski harus prematur. 

Namun setelah melahirkan, keadaan Stacie semakin memburuk hingga ia tak sadarkan diri. Dalam keadaan sekarat Dokter membawa bayinya ke tempat Stacie berbaring, ia masih membuka matanya meski sudah tak lagi bisa berbicara apalagi menggerakkan tubuhnya. 

Ia hanya mampu menatap bayinya dengan bersimbah air mata. Keduanya, Ibu dan anak saling berpandangan. Namun hanya 3 hari Stacie mampu bertahan hidup setelah akhirnya menghembuskan nafas terakhir tanpa pernah menggendong anaknya sendiri.

Seperti kisah pengorbanan ibu Stacie Crimm, seorang ibu muda di Cina bernama Qiu Yuanyuan juga menolak perawatan kemoterapi untuk pengobatan kankernya. Anehnya, justru pengorbanan yang ia lakukan menuai hujatan para netizen di Cina. Mereka berkata keputusan Qiu Yuanyuan adalah buruk dan tak bertanggung jawab. Mereka menganggap dirinya sebagai seorang Ibu yang tega meninggalkan anaknya sendirian terlahir kedunia. 

Tapi meski banyak menuai hujatan, banyak juga netizen yang membela dirinya karena salut dan memuji keputusannya, mereka berkata, Betapa mulia hati Qiu Yuanyuan yang rela mengorbankan nyawa demi anaknya. 

Mereka yang menghujat dirinya hanyalah orang-orang bodoh, apakah dengan melakukan Kemoterapi penyakit kanker akan sembuh? Bukankah banyak penderita kanker yang tetap mati meski telah menjalankan perawatan Kemoterapi?

 

Source : https://www.cermati.com/

#Jobseekers

#Jobvacancies

#ExecutiveSearchIndonesia

#RecruitmentFirmIndonesia

#HeadhunterIndonesia

#RecruitmentConsultantIndonesia

#TalentaGunaNusantara

#TGNOutsourcing

#Outsourcing

#freshgraduate

#instajobs

#manpower

#outsourcingjobs

#outsourcingservice

#outsourcingcompanies

#publicservice

Comments


  Verification Code

  Name

  Email

  Homepage





 

Service Overview

TGN Recruitment specializes in detection, direct approach  and recruitment of executive & staff that are well prepared to embark on a dynamic career within both multinational and local firms developing in Indonesia

TGN Recruitment in addition to its selection process, mainly based on the candidates’ ability to lead a successful career in Indonesia, also offers them consulting expertise aimed at maximizing their performance in their search for new opportunities in these countries.


Contact Us

 PT. Talenta Guna Nusantara

Head Office :
Office 8, Level 18 A, Jl Jend Sudirman Kav 52-53
Sudirman Central Business District (SCBD)
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Phone : +6221 - 2949 0577
Fax : +6221 - 2949 0578
E-mail: info@tgn.co.id

Branch Office :
Ruko Bekasi Mas Blok D.25 Lt.2
Jl. Jend. A. Yani. Bekasi.
Jawa Barat 17141, Indonesia
Phone : +6221 - 89453371
E-mail : bekasi@tgn.co.id