Daftar Skills yang Wajib Dikuasai Pelajar pada Era MEA

Posted on 29 Maret 2018 ( 0 comments )


 

Skill yang Mesti Dikuasai tahun 2017Terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebagai hasil dari kesepakatan negara-negara di wilayah Asia Tenggara telah membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat Asia Tenggara dalam memperdagangkan barang, jasa, modal, dan tenaga kerja tanpa adanya hambatan lagi. Indonesia sebagai salah satu negara anggota juga berpeluang ikut andil dalam pasar tunggal tersebut. Dari segi komoditas dan ketersediaan barang, Indonesia memiliki kekayaan yang sangat melimpah. Akan tetapi, di sisi lain Indonesia masih memiliki kendala, khususnya pada sektor permodalan dan keahlian tenaga kerja.

Langkah demi langkah telah diusahakan Pemerintah dalam mensosialisasikan terbukanya pasar baru tersebut ke seluruh masyarakat. Pemerintah juga mempersiapkan program-program khusus untuk menghadapi peluang tersebut. Sebagai contoh, keseriusan Pemerintah dalam menghadapi MEA telah direalisasikan Pemprov Jawa Timur melalui program-programnya di lingkup pendidikan. Tujuannya tak lain adalah mempersiapkan generasi muda agar lebih mampu dalam menghadapi persaingan nantinya.

Sejauh manakah efektivitas langkah yang sudah dilakukan Pemerintah tersebut? Berikut ini ulasan lengkapnya.

Persiapan yang Dimulai dari SMK Jadi Prioritas Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah memiliki andil besar untuk ikut menyukseskan program MEA ini. Hal ini karena sebagian besar komposisi SDM yang ada di tanah air didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dan penyediaan pendidikan sampai jenjang SMK atau SMU merupakan salah satu tanggung jawab Pemerintah Daerah/Pemerintah Provinsi.

Salah satu contoh bagaimana persiapan menghadapi MEA telah dilakukan adalah langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pengadaan program khusus SMK Mini dalam rangka menghadapi MEA merupakan realisasi dalam melakukan persiapan tersebut. Konsep dari SMK Mini tersebut masih berada dalam lingkup SMK pusat. Targetnya cukup unik, yaitu masyarakat umum di sekitar SMK pusat ataupun pondok-pondok pesantren.

Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan berdirinya 100 SMK Mini setiap enam bulan sekali di seluruh wilayah Jawa Timur. Sebagai output dari SMK Mini tersebut Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga memberikan sertifikasi profesi yang diberikan secara gratis kepada 16 ribu siswa dan guru. Sertifikasi ini selanjutnya bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar.

Nah, mengetahui hal tersebut, para pelajar tidak boleh lagi ogah-ogahan dalam belajar di sekolah. Mereka harus memiliki kemampuan lebih dari sisi akademis ataupun interpersonalitas karena tantangan yang mereka hadapi pada era MEA akan lebih berat, terutama di kancah persaingan kerja. Ini juga berlaku bagi pelajar yang duduk di perguruan tinggi.

Keterampilan Pokok yang Harus Dimiliki Pelajar agar Mampu Bersaing

Bersaing di pasar global membutuhkan setidaknya keterampilan dasar agar unggul di negeri sendiri, bahkan di luar. Untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan dalam menghadapi pasar global tersebut, inilah keterampilan pokok yang harus dimiliki pelajar supaya bisa bersaing dengan negara-negara tetangga di era MEA.

1. Profesionalitas: Berkompeten dan Punya Passion pada Bidang yang Ditekuni

Dalam persaingan, seseorang harus bisa menjadi ahli di bidangnya. Untuk menjadi seorang ahli pada bidang tertentu, perlu konsistensi yang tinggi dan kerja keras. Inilah mengapa orang yang tahu banyak tentang satu atau dua hal jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang mengerti sedikit tentang banyak hal. Di dunia kerja seorang profesional biasanya dihargai lebih tinggi dan memiliki peluang kerja yang tinggi dengan rate upah yang tinggi juga.

Untuk para pelajar, mereka bisa segera menyusun konsep dan langkah-langkah konkret supaya bisa mendalami hal-hal yang spesifik. Nantinya ketika lulus, mereka sudah menjadi seorang yang profesional di bidangnya. Dan tak menutup kemungkinan karier dengan sendirinya naik lebih cepat.

2. Keterampilan Berbahasa Asing Adalah Hal Mutlak

Karena kita akan bersinggungan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang serta kultur yang berbeda-beda, tentu saja peran bahasa asing sangat penting. Sebagai alternatif yang paling mudah dalam berkomunikasi dengan beragam orang, kita bisa memilih bahasa Internasional yang cenderung dipakai banyak orang semisal bahasa Inggris.

Agar benar-benar bisa menguasai bahasa asing tersebut, diperlukan usaha dan waktu yang tidak singkat. Terlebih bagi pelajar SMK, mereka rata-rata merasa kesulitan untuk belajar bahasa asing karena lebih sering berbicara dalam bahasa Indonesia dalam keseharian mereka. Untuk menyiasati hal tersebut, cobalah untuk mengikuti kursus bahasa asing atau coba berlatih lewat obrolan yang menggunakan bahasa asing.

Tanpa adanya keterampilan bahasa asing, mustahil seseorang dapat bersaing dengan orang-orang dari negara lain apalagi dalam lingkup internasional. Selain keterampilan dasar di atas, untuk bisa sukses dalam persaingan di pasar bebas, Anda juga harus dibekali dengan tambahan soft skill berikut ini.

Soft Skills yang Menunjang Kesuksesan di Pasar Bebas MEA

Jika keterampilan yang dimiliki lulusan SMK sudah punya standar yang sama, tinggal memiliki kunci suksesnya saja untuk siap bersaing di pasar bebas MEA, yaitu soft skills. Beberapa skill yang perlu dimiliki, di antaranya:

1. Public Speaking

Dalam dunia kerja, kita tidak bisa lepas dari yang namanya public speaking. Minimal skill ini akan diperlukan ketika Anda mempresentasikan hasil karya, laporan, atau apa pun kepada atasan dan seluruh staff. Apalagi Anda menjadi brand ambassador yang memiliki posisi sebagai wakil dari perusahaan untuk memperkenalkan produk baru kepada mitra kerja atau khalayak umum.

Tentu saja skill public speaking juga harus diasah saat masih berstatus sebagai pelajar. Kalau di perguruan tinggi, mungkin kegiatan public speaking sudah menjadi rutinitas. Namun, kalau di sekolah menengah, agar terlatih menggunakan skill yang perlu dilakukan adalah selalu menawarkan diri untuk mempresentasikan hasil dari tugas kelompok di sekolah.

Kemampuan public speaking juga harus diperluas dan diperdalam lagi dengan latihan yang intens saat harus menggunakan bahasa asing. Karena untuk bisa berbicara bahasa asing dengan luwes, juga membutuhkan intonasi dan kefasihan yang berbeda dengan bahasa Indonesia.

2. Kemampuan Negosiasi

Ingat bahwa MEA adalah pasar ekonomi di mana di dalamnya terdapat aktivitas perdagangan. Adalah kecil kemungkinannya seseorang bisa memenangkan persaingan tanpa adanya kemampuan negosiasi yang baik. Memang tidak mudah bagi seorang pelajar untuk mempelajari keterampilan negosiasi. Sebab hal tersebut membutuhkan pengalaman yang cukup di dunia kerja. Yang paling penting bagi mereka adalah selalu memiliki keterbukaan pikiran dan pola pikir kritis dalam menyikapi hal apa pun.

3. Pola Pikir Kritis

Sikap kritis akan membuka pikiran untuk mencari hal yang paling esensial dari semua masalah ataupun keadaan. Dengan pola pikir kritis, kita tidak akan mudah terkejut, tidak mudah terpengaruh, dan tidak mudah tergoda oleh hal yang baru diketahui. Sikap ini sangat dibutuhkan seseorang yang ingin menguasai keadaan dan tidak mau dikelabui atau ditipu.

4. Sikap Openness dan Open Minded

Berbeda dengan pola pikir kritis, sikap terbuka ataupun memiliki pikiran yang terbuka akan mengarahkan kita kepada pembaruan-pembaruan yang membuat kita cepat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, membuat resolusi, dan melakukan revolusi terhadap suatu hal. Sikap ini biasanya hanya akan bisa diterapkan apabila kita sudah memiliki sikap lapang dada. Tanpa itu kita akan merasa kesulitan untuk menerima hal yang berbeda dari orang lain.

5. Problem Solver 

Dengan bekal pola pikir kritis, sikap keterbukaan, dan lapang dada, kita sangat mungkin bisa menjadi seorang problem solver atau pemecah masalah. Karena problem solver akan memandang suatu hal dari segala arah dan sisi sehingga akan didapatkan gambaran presisi tentang hal tersebut. Seorang problem solver sangat dibutuhkan di dunia kerja yang kompleks.

6. Kemampuan dalam Membangun Relationship/Jaringan

Mungkin keahlian dalam membangun relasi ataupun jaringan tidak semata-mata dipelajari melalui ilmu marketing. Sebab skill ini memiliki keterkaitan satu sama lain dengan skill-skill yang telah disebutkan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, personalitas yang baik dan kemampuan komunikasi yang baik seseorang akan lebih mudah dalam membangun jaringan. Entah itu untuk urusan bisnis ataupun yang lainnya. Sebagai permulaan untuk membangun relationship, bisa memulainya dengan memiliki akun linkedIn.

7. Leadership

Leadership adalah sifat kepemimpinan. Meskipun skill ini sangat susah untuk dipelajari karena mencakup ilmu-ilmu dan pengalaman yang matang, akan tetapi, para pelajar bisa mengawalinya dengan selalu bersikap jujur. Dengan itu, mereka akan dapat dipercaya orang lain. Kepercayaan orang lain terhadap diri kita merupakan modal utama untuk menjadi seorang pemimpin.

8. Kemampuan Interpersonal yang Baik

Kemampuan interpersonal juga tidak boleh dilupakan kalau ingin menjadi orang yang berada dari segi moril maupun materiil. Kemampuan interpersonal yang baik dapat mengatasi berbagai macam persoalan hidup apalagi jika hanya persoalan di dunia kerja atau bisnis. Contoh dari kemampuan ini misalnya sikap apresiatif, simpatik, suka menolong, baik, jujur, murah senyum, dan lain sebagainya.

9. Penguasaan Informasi dan Teknologi 

Poin inilah yang sering menjadi sorotan semenjak era globalisasi. Semua orang sekarang tidak bisa lepas dari teknologi, terutama dalam hal informasi dan komunikasi. Munculnya internet membuat perubahan drastis di dunia industri komersial. Hampir semua perusahaan di dunia memanfaatkan teknologi internet untuk memberikan informasi tentang produk atau jasa yang mereka tawarkan. Nilai plus untuk pelajar pada era MEA ini adalah penguasaan teknologi dan informasi. Ini bisa dimulai dari mana saja semisal penguasaan program komputer atau skill programmer.

Siapkan Segera dan Bekali Diri dengan Keterampilan yang Penting

Pelaksanaan MEA sudah berlangsung setahun lebih. Adalah penting untuk dicermati dampaknya secara luas, baik lingkup nasional maupun internasional. Salah satu dampak yang tak bisa dihindari adalah persaingan sumber daya manusia (SDM). Tanpa adanya persiapan yang matang, susah rasanya menang dalam persaingan tersebut. Karena itu, cermati apa saja yang perlu dimiliki dalam menghadapi persaingan di dalam MEA. Dari situ segalanya bisa dipersiapkan segera yang bisa dimulai dari membekali diri dengan keterampilan yang penting untuk dikuasai.

Source : https://www.cermati.com

#Jobseekers
#Jobvacancies
#ExecutiveSearchIndonesia
#RecruitmentFirmIndonesia
#HeadhunterIndonesia
#RecruitmentConsultantIndonesia
#TalentaGunaNusantara

Comments


  Verification Code

  Name

  Email

  Homepage





 

Service Overview

TGN Recruitment specializes in detection, direct approach  and recruitment of executive & staff that are well prepared to embark on a dynamic career within both multinational and local firms developing in Indonesia

TGN Recruitment in addition to its selection process, mainly based on the candidates’ ability to lead a successful career in Indonesia, also offers them consulting expertise aimed at maximizing their performance in their search for new opportunities in these countries.


Contact Us

 PT. Talenta Guna Nusantara

Head Office :
Office 8, Level 18 A, Jl Jend Sudirman Kav 52-53
Sudirman Central Business District (SCBD)
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Phone : +6221 - 2949 0577
Fax : +6221 - 2949 0578
E-mail: info@tgn.co.id

Branch Office :
Ruko Bekasi Mas Blok D.25 Lt.2
Jl. Jend. A. Yani. Bekasi.
Jawa Barat 17141, Indonesia
Phone : +6221 - 89453371
E-mail : bekasi@tgn.co.id