Rencanakan Warisan Anda Mulai Sekarang

Posted on 08 Februari 2018 ( 0 comments )


 

Salah satu kepastian dalam hidup adalah kematian. Dan berbanding terbalik dengan hal tersebut, hal yang tidak pernah pasti adalah waktu kematian tersebut. Pernahkah Anda membayangkan jika suatu hari kematian menghampiri, ke manakah harta benda yang Anda miliki. Mungkin bagi Anda yang telah merencanakan warisan akan menjawab ke ahli waris saya, namun bagaimana jika saat itu tiba Anda belum sempat merencanakan warisan Anda.

1. Apa itu warisan?

Sebelum berbicara lebih dalam lagi mengenai pentingnya merencanakan warisan, ada baiknya Anda mengetahui apa itu warisan.

Menurut WIKIPEDIA, warisan berasal dari bahasa Arab Al-miirats yang artinya bentuk masdar (infinititif) dari kata waritsa-yaritsu-irtsan-miiraatsan. Sedangkan Ahli Waris adalah orang-orang yang berhak menerima harta peninggalan (mewarisi) orang yang meninggal, baik karena hubungan keluarga, pernikahan, maupun karena memerdekakan hamba sahaya. Harta warisan dalam istilah fara’id dinamakan tirah (peninggalan) adalah  sesuatu yang ditinggalkan oleh  orang yang meninggal, baik berupa uang atau meteri yang dibenarkan oleh syariat islam untuk  diwariskan kepada ahli warisannya.

Singkatnya, Warisan adalah berpindahnya hak dan kewajiban atas segala sesuatu baik harta maupun tanggungan dari  orang yang telah meninggal dunia kepada keluarga yang masih hidup.

2. Kenapa Merencanakan Warisan Itu Penting?

Ada beberapa alasan yang membuat Anda mesti mempersiapkan hal ini, yaitu:

1. Mencegah waris jatuh ke tangan yang tidak berhak

2. Mencegah konflik keluarga

3. Anda adalah pencari nafkah utama dalam keluarga Anda. Kesadaran akan hal ini tentu menjadi penting mengingat tanggungan anak-anak yang Anda miliki.

4. Anda memiliki hutang yang cukup besar yang dapat diwariskan kepada keluarga Anda

5. Anda tidak mau keluarga yang ditinggalkan hanya menikmati sebagian dari harta waris Anda

3. Kapan Waktunya?

Merencanakan pembagian warisan sejak dini bisa mencegah kemungkinan kekayaan jatuh ke tangan orang lain yang tidak berhak. Seperti yang dijelaskan oleh Budi Raharjo, Managing Partner One Consulting yang  juga berperan sebagai pengajar program Certified Financial Planner (CFP) di Universitas Bisnis Nusantara, perencanaan warisan sebaiknya Anda lakukan saat masih berada di usia Produktif, antara umur 40 tahun sampai dengan 45 tahun. Budi menambahkan, "Perencanaan warisan akan melindungi aset sehingga benar-benar jatuh ke tangan keluarga, dan memastikan pembiayaan kehidupan mereka selanjutnya".

4. Bagaimana Caranya?

Perencanaan warisan juga menjadi pelindung kepemilikan aset seperti misalnya aset diagunkan ke bank, perlu Anda pikirkan bagaimana jalan keluar jika terjadi sesuatu yang terduga sebelum utang lunas. Dengan begitu, aset menjadi milik keluarga, bukan menjadi milik bank. Atau bisa juga sebagai antisipasi jika harta kekayaan berada di dalam negeri, tapi tersebar di luar negeri yang memiliki sistem hukum  yang berbeda.

Pada hakikatnya Ahli waris tidak boleh hanya mau menerima harta, tapi tidak mau menerima warisan utang. Mereka harus menerima dua-duanya, Karena itu penting bagi Anda untuk merencanakan warisan dalam bentuk surat wasiat.

Beberapa Anda mungkin banyak tidak mengerti atau bahkan tabu tentang bagaimana cara penulisan surat wasiat, berikut adalah hal yang perlu diperhatikan :

1. Kumpulkan seluruh informasi

Mulailah kumpulkan informasi tentang harta, aset, dan nilai kekayaan, serta informasi tentang pajak-pajak yang telah dibayarkan atau belum dibayarkan. Jika warisan dalam bentuk rumah, hal yang mesti jelas adalah alamat rumah, luas, dan perkiraan harga objek pajak (NJOP). Tanyakan juga apakah rumah itu masih dimiliki secara utuh atau sedang/pernah diagunkan ke bank.

2. Rinci Secara Detail

Rinci secara detail segala bentuk saham atau obligasi yang dimiliki. Mulai dari jumlah, nilai, tingkat dividen, tanggal transaksi dan hal lainnya. Serta jumlah hutang yang dimiliki, berapa nilai hutang, tingkat bunga, kapan transaksi utang terjadi dan kepada siapa berhutang. Hal ini penting karena utang juga menjadi hal yang “wajib” untuk diwariskan.

3. Tanyakan Manfaat Pertanggungan Asuransi

Hal ini yang paling sering ditanyakan sebelum membuat surat wasit. Apakah manfaat pertanggungan asuransi bisa diwariskan atau tidak. Hal ini penting untuk dicantumkan dalam surat wasiat. Tidak  hanya itu, hal lain yang juga harus ditanyakan adalah pertanggungan asuransi yang dimiliki, nama perusahaan tersebut, alamat, agen, tipe asuransi sampai dengan nilai pertanggungan. Informasi ini diperlukan untuk mengetahui nilai pertanggungan asuransi, yang biasanya juga menanggung/mengganti biaya kematian.

4. Data pribadi

Dalam surat wasiat, Anda juga bisa mencantumkan informasi dan data pribadi seluruh keluarga penerima waris, misalnya nama, alamat lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, nomor KTP, kewarganegaraan, status, dan pekerjaan. Elemen lainnya bisa Anda tambahkan misalnya gender, kemampuan keuangan, keahlian dasar, atau profesi.

5. Berapa Biaya Yang Dikeluarkan

Terakhir adalah membuat kategori data di atas dan menghitung biaya yang harus diperlukan untuk pembuatan surat wasiat tersebut. Untuk melakukan hal tersebut, Anda bisa menggunakan jas konsultasi keuangan tertentu, pengacara, atau notaris yang mengerti soal hukum.

Rencanakan Warisan Anda Dengan Cermat

Dengan merencanakan warisan, Anda tidak menghindari konflik keluarga dalam hal pembagian harta, namun juga persoalan dalam pengelolaan bisnis keluarga ataupun bisnis patungan. Memperjelas apakah bisnis akan dikelola ahli waris tertentu atau tidak, hal itu tentu saja berpengaruh pada menurun atau tidaknya bisnis Anda dan rekan Anda jika terjadi perbedaan visi dan misi ahli waris dengan rekanan bisnis. Untuk  itu sangat diharuskan sekali pencantuman mekanisme dalam surat wasiat Anda. Karena itu rencanakan warisan Anda dengan bijak dan cermat.

 

 

 

#Jobseekers
#Jobvacancies
#ExecutiveSearchIndonesia
#RecruitmentFirmIndonesia
#HeadhunterIndonesia
#RecruitmentConsultantIndonesia
#TalentaGunaNusantara

 

Comments


  Verification Code

  Name

  Email

  Homepage





 

Service Overview

TGN Recruitment specializes in detection, direct approach  and recruitment of executive & staff that are well prepared to embark on a dynamic career within both multinational and local firms developing in Indonesia

TGN Recruitment in addition to its selection process, mainly based on the candidates’ ability to lead a successful career in Indonesia, also offers them consulting expertise aimed at maximizing their performance in their search for new opportunities in these countries.


Contact Us

 PT. Talenta Guna Nusantara

Head Office :
Office 8, Level 18 A, Jl Jend Sudirman Kav 52-53
Sudirman Central Business District (SCBD)
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Phone : +6221 - 2949 0577
Fax : +6221 - 2949 0578
E-mail: info@tgn.co.id

Branch Office :
Ruko Bekasi Mas Blok D.25 Lt.2
Jl. Jend. A. Yani. Bekasi.
Jawa Barat 17141, Indonesia
Phone : +6221 - 89453371
E-mail : bekasi@tgn.co.id