10 Kesalahan Manajemen Keuangan dalam Usia 30 Tahun

Posted on 22 Januari 2018 ( 0 comments )


 

Mendekati usia 30 Anda pasti menyadari bahwa Anda semakin dekat dengan babak baru dalam hidup Anda. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “life begins at thirty”, di mana setelah usia tersebut Anda dituntut untuk sudah mematangkan seluruh strategi hidup Anda termasuk menyangkut hal keuangan. Sangat beruntung bagi Anda yang masih sangat muda dapat sesegera mungkin menyusun strategi agar bisa lebih mematangkan manajemen hidup secara umum khususnya di bidang keuangan sebagai bekal di babak usia selanjutnya.

Bagi Anda yang sudah mendekati usia 30 atau sudah dalam rentang usia tersebut, selalu waspadai tentang kesalahan-kesalahan manajemen keuangan agar terhindar dari  masalah-masalah keuangan yang tidak diinginkan tersebut. Berikut 10 kesalahan manajemen keuangan di usia 30 tahun:

1. Tidak Bisa Menabung, Padahal Anda Menyadari Betapa Pentingnya Melakukan Itu

Menabung adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Meskipun demikian, menabunglah sesuai dengan kepentingan. Kuncinya adalah menabunglah untuk hal-hal yang sangat penting. Yang perlu diingat juga, jangan sampai Anda memaksakan diri untuk menabung jika itu akan membuat beban bagi kehidupan Anda.

Termasuk dalam hal ini, jikalau pada usia sekian Anda belum mempunyai tempat tinggal tetap coba pikirkan untuk mempunyai tabungan khusus untuk keperluan tersebut. Buatlah rencana jangka panjang dan sisihkan sebagian uang Anda untuk tabungan rumah. Agar semuanya berjalan lancar, berusahalah untuk disiplin menabung.

2. Terlalu Fokus Terhadap Anak dan Lupa Kapan Anda Pensiun

Memang setiap orang tua ingin melihat anaknya tumbuh dengan baik, mendapatkan pendidikan sebagus mungkin dan ingin memberikan perhatian sepenuhnya. Demikian juga pensiun, adalah masa di mana Anda akan berhenti bekerja. Maka dari itu, pikirkanlah masa pensiun dan jangan membiayai anak secara berlebihan. Seringkali kita temui orang tua yang terlalu memanjakan anaknya secara berlebihan dengan mencukupi seluruh kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti kebutuhan bermain yang menghabiskan biaya mahal.

Fokuslah untuk mendidik anak, jangan memanjakannya. Di sini kita bisa memaksimalkan keuangan untuk membiayai hal-hal yang penting. Dengan melakukan hal tersebut, berarti Anda sudah dapat menghemat waktu, tenaga, dan uang Anda semaksimal mungkin untuk menghadapi masa pensiun.

3. Melupakan Asuransi

Asuransi merupakan sumber pertanggungan yang sangat penting di zaman sekarang dan sangat mudah untuk didapatkan. Kenapa Anda harus melupakannya? Ingat, nanti saat Anda menginjak usia 40 atau 50, Anda tidak akan tau pasti apa yang akan terjadi. Dengan memperhatikan segala kemungkinan yang terjadi, maka langkah yang tepat adalah membuat rencana mulai sekarang. Milikilah asuransi terhadap apapun yang Anda rasa penting pada suatu saat nanti.

4. Pernahkah Anda Berfikir untuk Ikut Asuransi Kecelakaan Diri?

Manusia memang syarat dengan apa yang namanya kesalahan. Sangat memungkinkan Anda mengalami kesalahan-kesalahan tersebut yang bisa saja berdampak pada cacat tetap. Selain upaya untuk selalu berdoa meminta keselamatan, alangkah baiknya kita juga memikirkan tentang asuransi jenis ini. Dengan memiliki asuransi jenis ini maka Anda telah melakukan pilihan yang tepat sebelum semuanya terlambat di luar kehendak.

5. Melupakan Diskusi Tentang Keuangan dengan Keluarga

Mendiskusikan keuangan dengan keluarga (antar suami-istri) merupakan sebuah langkah tepat dalam menyusun sebuah keuangan keluarga. Jangan sia-siakan momen pernikahan Anda untuk menuju keluarga yang lebih bahagia dengan mendiskusikan segala rencana keuangan. Temukan resolusi-resolusi baru untuk lebih meningkatkan keuangan dengan berdiskusi, karena hal itu akan lebih mudah dibanding Anda melakukannya sendirian.

6. Terlalu Memikirkan Rencana Saat Pernikahan

Memiliki sebuah rumah tangga yang sempurna adalah dambaan setiap orang. Setiap pasangan pasti memiliki impian-impian tersebut di saat mereka akan atau baru saja menikah. Dan tidak jarang terkadang impian-impian tersebut jauh dari kemampuan yang mereka miliki.

Hal inilah sebaiknya kita sadari kembali untuk saling menyadari tentang kondisi yang sedang berlangsung. Dengan begitu kita akan menemukan celah-celah baru yang mungkin bisa menjadi solusi yang lebih baik.

7. Terlalu Menghamburkan Uang untuk Anak Pertama

Kelahiran anak pertama merupakan momen paling bahagia bagi setiap pasangan suami istri. Begitu bahagiannya, kadang kala kita selalu berlebihan dalam memenuhi kebutuhan bayi pertama. Coba untuk merasionalkan kembali tentang apa yang perlu dan tidak perlu untuk dibeli. Beli perlengkapan bayi seperlunya, dan jangan terlalu menginginkan hal-hal yang terlalu berlebihan seperti dekorasi kamar bayi, dan lain sebagainya.

Ingat juga, mungkin nanti Anda  juga akan mempunyai anak kedua atau ketiga. Coba pertimbangkan untuk menyisihkan uang Anda dengan menabung untuk keperluan tersebut.

8. Terlalu Berambisi Ingin Punya Mobil Mewah

Kita semua memimpikan untuk mempunyai mobil mewah. Meskipun tidak jarang, banyak orang ingin memilikinya dengan ambisi yang membabi buta dengan mengesampingkan kebutuhan yang sebenarnya jauh lebih penting untuk didahulukan. Di usia 30-an, hal inilah yang sering menjadi cobaan, yaitu selalu ingin tampil wah.

Jangan biarkan diri Anda masuk kedalam jurang yang suram. Lindungilah diri Anda sendiri dari ambisi untuk membeli mobil mewah untuk sementara, kecuali Anda memang mempunyai kondisi keuangan yang melimpah.

9. Terlalu Memaksakan untuk Menempuh Pendidikan Lebih Tinggi

Setiap orang selalu ingin meningkatkan taraf pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi untuk mendapatkan predikat akademik yang sebaik-baiknya. Meskipun terkadang orang hanya akan membuang-buang biaya untuk keperluan tersebut, khususnya jika tidak didasari dengan prinsip dan konsistensi yang tinggi dalam bidang keilmuannya. Terlepas dari itu, kalau memang pendidikan lanjutan tersebut sangat Anda perlukan, maka pelajarilah dan rencanakan secara matang. Jangan sampai, Anda mengorbankan hal-hal yang lebih penting.

10. Bekerja Terlalu Keras hanya Demi Uang

Bekerja keras itu memang sangat disarankan. Akan tetapi, berbeda halnya dengan bekerja terlalu keras. Jangan bekerja terlalu keras karena kalau itu hanya demi uang, percayalah uang tidak harus dibayar dengan nyawa. Dengan tetap memiliki mimpi, jalankan hidup Anda seperti biasanya dan selalu buat terobosan-terobosan dan strategi baru agar kualitas kerja Anda dapat lebih maksimal. Dengan banyak belajar, sungguh Anda tidak perlu untuk bekerja terlalu keras jika itu hanya demi uang.

Belajar Dari Kesalahan 

Dengan membaca beberapa kesalahan manajemen keuangan di usia 30 tahun di atas, diharapkan dapat menjadi modal yang sangat berharga bagi kita untuk mengelola keuangan dengan lebih baik lagi. Jadi, jangan sia-siakan hidup Anda!

 

#Jobseekers
#Jobvacancies
#ExecutiveSearchIndonesia
#RecruitmentFirmIndonesia
#HeadhunterIndonesia
#RecruitmentConsultantIndonesia
#TalentaGunaNusantara

Comments


  Verification Code

  Name

  Email

  Homepage





 

Service Overview

TGN Recruitment specializes in detection, direct approach  and recruitment of executive & staff that are well prepared to embark on a dynamic career within both multinational and local firms developing in Indonesia

TGN Recruitment in addition to its selection process, mainly based on the candidates’ ability to lead a successful career in Indonesia, also offers them consulting expertise aimed at maximizing their performance in their search for new opportunities in these countries.


Contact Us

 PT. Talenta Guna Nusantara

Head Office :
Office 8, Level 18 A, Jl Jend Sudirman Kav 52-53
Sudirman Central Business District (SCBD)
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Phone : +6221 - 2949 0577
Fax : +6221 - 2949 0578
E-mail: info@tgn.co.id

Branch Office :
Ruko Bekasi Mas Blok D.25 Lt.2
Jl. Jend. A. Yani. Bekasi.
Jawa Barat 17141, Indonesia
Phone : +6221 - 89453371
E-mail : bekasi@tgn.co.id